Kepesertaan Jamsostek di Jateng Capai 69,29 Persen

Kepesertaan Jamsostek di Jateng Capai 69,29 PersenSemarang (ANTARA News) – Posisi bulan September 2010 tercatat pencapaian kepesertaan Jamsostek di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 69,29 persen (perusahaan).

“Pencapaian kepesertaan untuk sektor formal, targetnya ada 2.097 perusahaan dan baru terealisasi 1.453 perusahaan atau 69,29 persen,” kata Kakanwil V PT. Jamsostek (Persero) Jateng-DIY, Ferry Atorid, di Semarang, Senin.

Ferry mengatakan, untuk jumlah tenaga kerjanya ditargetkan 210.510 tenaga kerja dan sudah terealisasi 151.447 tenaga kerja atau sudah 71,94 persen.

Kondisi tersebut, berbeda dengan pencapaian kepesertaan Jamsostek dari sektor informal seperti pedagang kaki lima (PKL) atau tukang ojek yang memiliki wadah tersendiri justru pencapaiannya mencapai 150,44 persen.

Target pencapaian kepersertaan informal adalah 21.425 tenaga kerja dan sudah terealisasi 214.174 tenaga kerja atau 150,44 persen.

Sementara pencapaian kepesertaan program khusus jasa konstruksi target 2010 adalah 7.807 proyek dan realisasinya sudah 6.525 proyek atau 83,58 persen. Sementara untuk realisasi tenaga kerja 578.937 tenaga kerja.

“Untuk akumulasi kepesertaan, jumlah perusahaan yang ikut Jamsostek ada 20.608 perusahaan terdiri 12.742 aktif dan 7.866 tidak aktif,” katanya.

Sedangkan jika dilihat dari jumlah tenaga kerja ada 1.997.484 tenaga kerja terdiri 771.696 aktif dan 1.997.484 nonaktif.

Perusahaan yang aktif adalah yang masih membayar iuran, sedangkan yang tidak aktif seperti perusahaan yang sudah bangkrut atau pailit dan tidak lagi membayar iuran. Akan tetapi belum dilakukan pembayaran.

Terkait dengan daerah dengan jumlah pencapaian target kepesertaan program paket Jamsostek maupun akumulasi kepesertaan, tertinggi adalag Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Kudus, dan Purwokerto.

Ferry menambahkan untuk pembayaran jaminan program paket dan khusus totalnya ada Rp404.887.941.613,24 dengan 77.538 kasus. Sedangkan pembayaran jaminan program informal totalnya mencapai Rp1.467.407.115, 29 dengan 542 kasus.
(ANT/B010)

View the original article here

Advertisements

BNPB: Pengungsi Merapi Capai 279.702 Jiwa

Jakarta (ANTARA News) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa jumlah total warga di sekitar lereng Gunung Merapi yang mengungsi hingga saat ini terdata 279.702 jiwa.

Menurut Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin, jumlah korban meninggal dunia hingga saat ini mencapai 141 jiwa dan korban luka 453 orang.

BNPB memperkirakan jumlah pengungsi tersebut akan terus mengalami kenaikan mengingat hingga saat ini satuan dari TNI, Polri dan relawan masih melakukan penyisiran di rumah-rumah warga dan menjemput warga yang masih bertahan.

“Warga yang dijemput akan dibawa ke pengungsian terdekat yang berjarak sekitar 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi,” katanya.

Dia juga mengakui masih banyak warga yang menolak dievakuasi dan memilih bertahan di rumahnya.

Namun demi kebaikan bersama pihaknya telah memutuskan untuk melakukan penjemputan paksa bagi masyarakat yang tinggal di zona berbahaya namun menolak untuk evakuasi.

“Penjemputan paksa ini dimaksudkan untuk kebaikan bersama, karena pemerintah telah menetapkan jarak aman 20 kilometer, sehingga masyarakat yang masih tinggal di bawah jarak aman akan dijemput paksa” katanya.

Menurutnya, meskipun jumlah pengungsi diperkirakan terus mengalami kenaikan namun tidak ada masalah berarti terkait daya tampung penampungan.

Selain itu, mengenai logistik juga menurutnya tidak ada masalah, hanya saja pemerintah terus mendorong masyarakat untuk ikut membantu meringankan beban pera pengungsi dengan ikut serta menyalurkan bantuan logistik.

“Pemerintah terus mendorong masyarakat yang mau membantu, karena ini semua tidak lagi hanya menjadi tugas pemerintah melainkan tugas bersama,” katanya.

(W004/A041/S026)

View the original article here