Sandy Sondoro Gaet Diane Warren untuk Duet

 Jakarta (ANTARA News) – Sandy sondoro penyanyi Indonesia yang sudah terkenal ke mancanegara lewat tembangnya antara lain “End of the Rainbow” dan “Malam Biru” mengatakan  dirinya tahun depan akan berkolaborasi dengan penyanyi dunia terkenal Diane warren.  

“Insya Allah tahun depan saya akan kolaborasi sama Diane warren,” kata Sandy Sondoro di sela – sela acara jumpa pers majalah Rolling Stones Indonesia di Rolling Stones Cafe kawasan Ampera, Jakarta selatan.


Ia mengungkapkan bahwa dirinya sedang menunggu konfirmasi dari produser penyanyi Diane Warren, Bryan Avnet.


Pria kelahiran 12 Desember 1980 itu juga mengaku bahwa lagu-lagu yang ada dalam album musiknya semuanya merupakan ciptaannya sedangkan  dalam menulis lagu ia mengaku lebih terpengaruh oleh musisi Jeff Buckley.
Ketika disinggung mengenai penyanyi Indonesia idolanya Sandy mengatakan dirinya menggemari almarhum Benyamin S. “Saya senang Bang Ben pertama kali karena film-filmnya seperti Biang Kerok,” tuturnya.


Penyanyi yang pernah menetap di Jerman selama 10 tahun dan menjadi pengamen di negara itu mengaku bahwa dirinya tiga bulan sekali pergi ke Jerman tepatnya ke kota Berlin dan Hamburg lalu kembali lagi ke Indonesia lagi untuk bekerja.
(yud/A038/BRT)


View the original article here

Wisdom 2010 Hasilkan Rekomendasi untuk WCF 2012

Yogyakarta (ANTARA News) – Konferensi internasional Wisdom 2010 yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menghasilkan rekomendasi dalam bentuk “Deklarasi Wisdom 2010” untuk World Culture Forum 2012 di Bali.

“Deklarasi Wisdom 2010” yang berisi delapan rekomendasi itu dibacakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga pemenang The Young Entrepreneurship 2009, Ance Triomarta pada penutupan konferensi internasional tersebut di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu.


Deklarasi itu kemudian diserahkan secara simbolis oleh Rektor UGM Sudjarwadi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik. Selanjutnya, Menbudpar akan menyampaikan deklarasi tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


“Deklarasi itu akan kami sampaikan kepada Presiden SBY sebagai rekomendasi penyelenggaraan World Culture Forum (WCF) 2012 di Bali. WCF merupakan gagasan Presiden SBY untuk menjadikan forum itu sebagai pasangan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss,” kata Menbudpar.


Isi “Deklarasi Wisdom 2010” antara lain Indonesia mengemban tugas tanggung jawab untuk membentuk sebuah forum kebudayaan antarbangsa, keragaman budaya menjadi komponen penting dan berharga yang harus dirangkul.


Selanjutnya, memprioritaskan penyelamatan kebudayaan yang terancam punah, pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perlindungan dan revitalisasi budaya, pengembangan kebudayaan harus diberikan peran sederajat dalam manajemen dan perencanaan tingkat nasional dan internasional masyarakat modern.


Selain itu, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan adalah pilar-pilar pokok bagi dialog kebudayaan yang kokoh dan membumi, forum kebudayaan membahas isu-isu budaya global dan demi keberhasilan dialog yang produktif, dan forum kebudayaan harus melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh dengan perspektif yang beragam dan bahkan kontroversial.


Konferensi internasional Wisdom 2010 yang berlangsung di UGM pada 5-8 Desember 2010 itu diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai negara dan 30 utusan perguruan tinggi di Indonesia.(*)


(L.B015*E013/H008/R009)


View the original article here

AS Nantikan Kepemimpinan Indonesia Untuk Demokratisasi Myanmar

View the original article here

Imam Masjidil Haram: Manfaatkan Masjid untuk Berdoa

Senin, 08 November 2010 18:53 WIB | Dilihat 256 Kali Beberapa jamaah haji Indonesia membaca kitab suci Al Quran ketika beriktikab di Masjidil Haram, Arab Saudi, Jumat (5/11) dini hari. Ribuan umat muslim yang telah tiba di Kota Mekkah memadati Masjidl Haram guna melaksanakan umrah dan beriktikab. (ANTARA/Saptono)Mekkah (ANTARA News) – Imam Masjidil Haram, Syeikh Mahir Al Mu`ayqali, berpesan kepada jamaah haji Indonesia agar selama berada di Mekkah menggunakan Masjidil Haram semaksimal mungkin sebagai tempat berdoa.

“Sebab, Masjidil Haram merupakan tempat mustajab,” kata salah satu Imam dari 14 Imam Masjidil Haram yang baru bertugas selama empat tahun itu, di Masna`ul Kiswah, Makkah, Ahad malam.

Usai mengikuti acara penyerahan secara simbolis kunci pintu Ka`bah dan Kiswah Ka`bah, Al Mu`ayqali mengatakan, bisa melaksanakan ibadah haji merupakan kenikmatan dan rahmat bagi Muslim.

Hal ini wajib disyukuri, agar keberadaannya di Mekkah digunakan untuk mentauhidkan Allah, ujar dia, kepada wartawan Indonesia.

Penyerahan kunci diberikan kepada Kepala Urusan Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi, Syeikh Shaleh Abdurrahman Al-Hussaini dan anak tertua Kepala Penjaga (pemegang kunci) Ka`bah, Abdul Aziz Al Saiby. Abdul Aziz Al Saiby, Ahad pagi telah berpulang ke Rahmatullah.

Anak tertuanya, Dr Saleh Al-Saiby, mewakilinya untuk menerima kunci dan Kiswah (kain penutup) Ka`bah. Anak laki-laki tertua kepala penjaga Ka`bah, sesuai tradisi akan ditetapkan sebagai kepala penjaga Ka`bah yang baru.

Keluarga Al-Saiby memegang kunci (sebagai kepala penjaga) Ka`bah sejak zaman pra-Islam. Pada zaman Nabi Muhammad, keluarga Al Saiby terus ditetapkan sebagai pemegang kunci Ka`bah, dan berlangsung hingga kini.

Dalam sambutannya, Al Hussaini mengatakan bahwa di depan Ka`bah, semua manusia adalah sama. “Tak hanya dari Arab, tapi juga dari negara lain, termasuk dari Indonesia,” ujar Al Hussaini.

Menurut Al Hussaini, warga Arab mempunyai kewajiban membantu Muslim yang berhaji. Membantu jamaah haji, pahalanya besar, ujar Al Hussaini.

Terkait dengan pelayanan itu, Pemerintah Arab Saudi mempunyai kewajiban menyucikan Ka`bah. Pertama menyucikan Ka?bah dari perbuatan syirik dan bid`ah. “Karena, sebenarnya Ka’bah adalah benda. Dia tak boleh dipuji. Dia hanya simbol. Yang layak dipuji hanya Allah SWT,” tutur Al Hussaini.

Kedua menyucikan Ka`bah sebagai benda dari segala kotoran fisik, dengan memberikan selubung padanya. Karena itu, dibuatlah kiswah (kain selubung).

Kiswah dibuat di Arab sejak 1346 Hijriyah di zaman Raja Al-Malik Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud. Sejak zaman itu, tradisi mengganti kiswah dilakukan setiap tahun. Sebelumnya, kiswah dibuat di luar Arab, seperti di India dan di Mesir.

Setiap tahunnya, kiswah diserahkan pada 1 Dzulhijah untuk dipasang pada 9 Dzulhijah. “Pada tanggal 9 Dzulhijah, Ka?bah dicuci, kemudian dikeringkan, baru dipasangi Kiswah baru,” jelas Al Hussaini.

Dimintai komentarnya soal berbagai bencana yang menimpa Indonesia, Al Mu`ayqali menyatakan semua yang terjadi di Indonesia merupakan cobaan bagi umat manusia.

“Kita harus berbuat sesuatu untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ujar dia.

Ia juga menyatakan, semua Muslim di dunia selalu didoakan, termasuk Muslim Indonesia yang sedang tertimpa bencana.

(E001*BAC/A041/S026)

View the original article here

Berbagai Bantuan untuk Korban Merapi, Juga Pijat Gratis

Yogyakarta (ANTARA News) – Pengungsi korban letusan Gunung Merapi yang ditampung di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta mendapatkan layanan pijat gratis dari para mahasiswa universitas tersebut.

“Pelayanan pijat gratis tersebut untuk mengurangi rasa lelah pengungsi, kebanyakan dari mereka kekurangan istirahat, ada juga yang terpaksa harus berpindah-pindah tempat mengungsi hingga tiga kali, tentunya mereka sangat lelah,” kata salah seorang relawan penanganan pengungsi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prasetyawan di Yogyakarta, Minggu.

Prasetyawan yang juga mahasiswa Fakultas Olah Raga UNY mengatakan , dirinya dan sebanyak 40 temannya yang memberikan layanan pijat memang dibekali dengan mata kuliah memijat.

“Selain pengungsi, relawan juga mendapat giliran dipijat. Waktunya selang-seling dengan pengungsi, kemarin sudah relawan, hari ini giliran pengungsi,” katanya.

Ia mengatakan, relawan, terutama yang bertugas dalam urusan angkat-mengangkat beban, juga perlu diberi pijatan untuk melemaskan otot-otot mereka yang telah bekerja keras.

“Selain layanan pijat, mahasiswa jurusan lainnya juga memberi layanan seperti konsultasi psikologi, kesehatan, dan pendidikan,” katanya.

GOR UNY menampung sekurangnya 900 pengungsi korban letusan Gunung Merapi.

Penanganan pengungsi tersebut sebagian besar dilaksanakan oleh mahasiswa yang diliburkan sejak 5-13 November 2010.

Selain karena aktivitas perkuliahan terganggu abu vulkanik, kata dia, mahasiswa diliburkan karena banyak diantara mereka yang menjadi relawan penanganan pengungsi.

Sebanyak 400 relawan yang sebagian besar merupakan mahasiswa UNY melayani para pengungsi tersebut mulai dari menyediakan makanan di dapur umum hingga konseling bagi anak-anak di pengungsian.

(ANT-158/A035/S026)

View the original article here

PMI Kirim Hagglunds untuk Evakuasi Korban Merapi

Jakarta (ANTARA News) – Palang Merah Indonesia (PMI) bakal menerjunkan dua unit Hagglunds atau kendaraan segala medan yang dapat bergerak di es, jalan terjal dan di daerah yang sulit dijangkau untuk mengevakuasi korban Merapi di Sleman, Yogyakarta.

Ketua PMI Jusuf Kalla dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa pihaknya memerintahkan tim relawan PMI untuk menerjunkan dua unit kendaraan Hagglunds untuk membantu proses evakuasi yang bekerjasama dengan Kopassus.

“Kami bekerjasama bersama Kopassus, karena Kopassus memiliki keahlian yang lebih dari pada tim-tim lain, sehingga dengan kendaraan Hagglunds yang kita miliki akan memperlancar proses itu,” katanya.

Ia menjelaskan, Hagglunds sendiri merupakan kendaraan segala medan yang dapat bergerak di es, jalan terjal dan di daerah yang sulit dijangkau dengan kendaraan biasa. Kendaraan ini menggunakan rantai bergerigi untuk berjalan sehingga mampu menembus area sulit.

“Dengan kendaraan ini diharapkan nantinya proses evakuasi untuk korban yang tidak dapat terjangkau dengan kendaraan biasa akan dapat tertolong, meskipun di tempat yang susah dijangkau. Kendaraan ini sebelumnya juga pernah digunakan untuk mengevakuasi korban korban bencana gempa di Padang,” ujarnya.

Sementara itu, Posko Watsan PMI yang ada di PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Jusuf Kalla meminta tim Watsan untuk selalu sigap dalam pemenuhan kebutuhan air, karena fungsi air hampir sama dengan darah.

“Tanpa air orang tidak akan dapat hidup dan beraktivitas lancar, dan untuk relawan PMI yang bertugas dilapangan dan posko-posko yang didirikan PMI, supaya mengenakan lambang atau identitas PMI, supaya terlihat oleh masyarakat dimana letak posko-posko bantuan PMI. Kebutuhan masyarakat saat ini cukup banyak, apabila stok kita memadahi maka bantu masyarakat yang membutuhkan dan apabila kurang request ke Daerah dan Pusat,” imbuhnya.

Hari ini PMI juga telah mendistribusikan telor asin ke 4 titik barak pengungsian, telor asin didistribusikan untuk mensupplai kebutuhan gizi pengungsi yang ada di tiap barak, dan apabila kondisi para pengungsi sehat, maka akan dapat bertahan, karena sudah ada laporan tentang korban yang mengalami gangguan kesehatan.

(ANT-135/J006/S026)

View the original article here