Irfan Bachdim Tidak Takut Dicoret dari Timnas

Jakarta (ANTARA News) – Pemain dwi kewarganegaraan yang saat ini memperkuat Persema Malang, Irfan Bachdim, mengaku tidak takut jika nantinya dicoret oleh pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl dari tim inti yang akan turun pada Piala AFF akhir tahun nanti.

Pemain kelahiran Amsterdamn Belanda, 11 Agustus 1988 itu, merupakan bagian dari 25 pemain yang dipanggil oleh pelatih asal Austria itu untuk menjalani gembelangan di pemusatan latihan di Lapangan PSSI Senayan Jakarta, Senin.

“Terus terang saya sangat bersyukur bisa dipanggil masuk timnas. Kesempatan ini akan saya gunakan dengan baik termasuk untuk menambah pengalaman,” kata Irfan usai latihan di Lapangan PSSI Jakarta.

Menurut dia, masuk timnas Indonesia merupakan impiannya sejak lama. Dengan adanya kepercayaan ini dirinya akan berusaha semaksimal mungkin agar mampu masuk tim ini yang akan turun pada Piala AFF nanti.

Pihaknya sadar jika peluang untuk masuk tim inti yang didaftarkan oleh PSSI cukup berat. Karena selain berhadapan langsung dengan pemain langganan timnas juga akan berhadapan dengan pemain naturalisasi yaitu Christian Gonzales.

“Saya tidak takut meski dicoret dari 22 pemain inti. Masuk timnas saat ini merupakan pengalaman berharga bagi saya. Yang jelas saya akan berusaha meyakinkan pelatih,” katanya menambahkan.

Dengan masuknya mantan pemain FC Utrecht Belanda itu persaingan di lini depan timnas akan lebih ketat. Saat ini ada empat pemain lagi yang siap bersaing yaitu Bambang Pamungkas, Yongky Aribowo, Christian Gonzales dan Boaz Salossa.

Irfan Bachdim pada latihan perdana timnas di Lapangan PSSI terlihat sudah bisa berbaur dengan Ahmad Bustomi dan kawan-kawan bahkan pada game pemain Persema Malang itu masuk tim ini dan diduetkan dengan Yongky Aribowo.

Sementara itu pelatih timnas Alfred Riedl mengaku pihaknya akan terus memantau perkembangan pemain keturunan Belanda itu hingga masa akhir penentuan pemain inti.

“Adaptasi dengan pemain lain cukup cepat. Yang jelas dia akan kami pantau terus,” katanya usai latihan perdana timnas.

Pada latihan perdana timnas baru 19 pemain yang bergabung. Dengan demikian ada enam pemain yang absen yaitu Christian Gonzales, Boaz Salossa, Slamet Riyadi, Firman Utina dan Octovianus Maniani.

(B016/T009/S026)

View the original article here

Rieke: Warga Karawang Tidak Perlu Jadi TKI

Karawang (ANTARA News) – Masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tidak perlu mencari pekerjaan ke luar negeri karena cukup banyak perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Dyah Pitaloka, di Karawang Minggu dihadapan ribuan masyarakat Karawang, saat menjadi juru kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Karda Wiranata-Deden Darmansah, di Lapangan Karangpawitan, Karawang.

“Sangat banyak pabrik di Karawang, jadi seharusnya masyarakat Karawang tidak perlu berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKI (tenaga kerja Indonesia)” katanya.

Ia menilai, masih banyaknya masyarakat Karawang yang berangkat ke luar negeri untuk menjadi TKI merupakan salah satu pertanda kurang dikelolanya keberadaan pabrik-pabrik secara baik, khususnya oleh pemerintah daerah setempat.

Atas hal tersebut, Rieke mengajak agar masyarakat Karawang memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung PDIP, Karda-Deden, pada Pilkada Karawang, 14 November 2010.

Sebab, katanya, pasangan Karda-Deden memiliki program prioritas untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Karawang, jika nanti terpilih menjadi bupati dan wakil bupati pada Pilkada Karawang.

Sementara selain Rieke, ada pula anggota DPR RI dari fraksi PDIP, Puan Maharani, Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, dan kader PDIP, Rano Karno, yang hadir pada kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Karda-Deden tersebut.

Karda-Deden merupakan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan maju pada Pilkada Karawang.

Pasangan calon bupati dan wakil bupati lainnya ialah Eli Amalia Priatna (Partai Hanura, PKB, PPP, dan PBR), Sonny Hersona-Dadang S Muchtar (Partai Golkar dan PAN), Ade Swara-Cellica Nurachadiana (Partai Demokrat, PKS, PBB, dan Partai Hanura), serta Endang Warsa-Agustia Mulyana (jalur perseorangan).

(KR-MAK/S026)

View the original article here

Zona Aman Merapi Tidak Diperluas

Zona Aman Merapi Tidak DiperluasYogyakarta (ANTARA News) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tidak akan menambah zona aman Merapi meskipun aktivitas Gunung Merapi intensitasnya masih tinggi.

“Kami tidak akan memperluas lagi zona aman Merapi dan tetap pada jarak 20 Kilometer dari puncak Merapi, karena awan panas diperkirakan maksimal hanya meluncur sejauh delapan kilometer dan tidak menyentuh pada zona di atas 15 Km,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sukhyar di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, intensitas Merapi saat ini masih tinggi yang sifatnya fluktuatif sehingga sangat dimungkinkan masih akan terjadi letusan eksplosif yang disertai dengan luncuran awan panas.

“Tetapi perkiraan kami luncurannya tidak sejauh pada letusan 4 dan 5 Nopember, saat ini jarak luncur awan panas diperkirakan hanya delapan kilometer, tidak seperti letusan dahsyat sebelumnya yang bisa mencapai 14 kilometer,” katanya.

Ia mengatakan, saat Presiden Susilo Bambang Yudoyono datang di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta dan melihat seismometer, erupsi Gunung Merapi masih berlangsung.

“Jadi sejak 3 Nopember sampai saat ini atau selama empat hari erupsi Merapi terus berlangsung tiada henti. Saya bisa mengatakan, energi Merapi belum habis. Energi Merapi saat ini masih lebih tinggi dibanding letusan pertama Merapi pada 26 Oktober,” katanya.

Sukhyar mengatakan, pihaknya tidak akan memperluas zona aman yang saat ini dalam radius 20 Kilometer.

“Berdasarkan catatan sejarah selama ini, bukti empiris Merapi adalah belum pernah mengeluarkan awan panas lebih dari 15 kilometer. Pada letusan besar 4 dan 5 Nopember awan panas maksimal meluncur sejauh 12 kilometer, itu juga merupakan yang perpanjang, bahkan pada letusan Merapi 1872 awan panas juga tidak sepanjang itu,” katanya.

Ia mengatakan, luncuran awan panas itu yang terpanjang tetap mengarah ke Kali Gendol dan berdasarkan bukti empiris, ternyata awan panas hanya 12 kilometer.

“Memang mengarah ke semua sektor, tetapi yang terpanjang adalah Kali Gendol karena kawah Merapi terbuka ke arah selatan,” katanya.(*)
(ANT/R009)

View the original article here