Peneliti UI Temukan Bukti Baubau Warisan Budaya

Baubau, Sultra (ANTARA News) – Tim Peneliti Sejarah Universitas Indonesia (UI) dalam seminar akhir penelitian yang digelar di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan bukti bahwa Kota Baubau merupakan sebagai kota Warisan Budaya Maritim di Indonesia.

Salah Seorang tim peneliti sejarah, Dr. Tono Rudiansyah di Baubau, Selasa mengatakan, Nama Buton (Butun) pertama kali disebut pada tahun 1365 di dalam Negarakartagama sebagai wilayah taklukan Majapahit.


View the original article here

Tim SAR Temukan Satu Jenazah Korban Erupsi Merapi

Tim SAR Temukan Satu Jenazah Korban Erupsi MerapiSleman (ANTARA News) – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR), Tentara Nasional Indonesia (TNI), polisi, dan relawan pada Minggu, menemukan satu jenazah korban erupsi Gunung Merapi di Dusun Kalitengah Lor , Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tim SAR DIY membenarkan telah menemukan satu jenazah yang diduga berjenis kelamin perempuan di dekat jalan dusun itu.

Kondisi jenazah ditemukan mengenaskan karena sudah tidak utuh lagi, sebagian tubuhnya sudah hancur akibat lama tertimbun material vulanik Gunung Merapi. Rumah-rumah di dusun itu sudah roboh terkena letusan teraktif di Indonesia itu.

Jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sardjito Yogyakarta untuk diautopsi. Penemuan jenazah ini berdasarkan hasil laporan dari kalangan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya sejak letusan Gunung Merapi pada Jumat (5/11) dini hari.

Dengan ditemukan satu jenazah itu, maka keluarga korban bisa tenang dan tabah karena sudah mengetahui nasib keluarganya . Selama ini, tim melakukan proses evakuasi berdasarkan laporan dari kalangan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada Jumat (5/11) dini hari kemungkinan masih akan terus bertambah karena tim gabungan yang terdiri atas anggota pencarian dan penyelamatan (SAR), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan relawan masih terus melakukan proses evakuasi, terutama di dusun sekitar Kali Gendol.

Tim SAR DIY, TNI, dan relawan hingga kini masih menemukan jenazah di dusun-dusun sekitar Kali Gendol yang terletak tidak jauh dari puncak gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
(ANT/P003)

View the original article here

Siswa SD Temukan Untaian 56 Peluru Aktif

Singaraja (ANTARA News) – Seorang siswa SD menemukan untaian 56 peluru aktif kaliber 9.0 milimeter produksi PT Pindad di saluran irigasi depan SMPN 4 Seririt di Banjar Pamesan, Desa Lokapaksa, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin.

Kapolres Buleleng AKBP Muhamad Yudi Hartanto menyatakan, puluhan peluru aktif di dalam sebuah kaleng plastik yang ditemukan di saluran irigasi itu bukan amunisi standar yang biasa digunakan oleh Polri.

“Peluru kaliber 9.0 milimeter itu biasanya digunakan untuk senjata laras panjang. Kami juga sudah melakukan kordinasi dengan pihak TNI serta akan membawa peluru itu ke laboratorium forensik Polri di Denpasar untuk memastikan jenisnya,” ujarnya.

Yudi mengatakan, orang yang pertama kali menemukan untaian peluru seperti ranai itu seorang siswa kelas 1 SD bernama Kadek Junilia (7). Dia kemudian memberitahukan kepada orang tuanya, Ketut Sudiasa (40), warga Dusun Tengah, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Sudiasa yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkutan umum, kemudian membawa peluru tersebut untuk dilaporkan dan diserahkan ke Mapolsek Seririt.

Ditanya mengenai keterkaitan penemuan peluru itu dengan informasi peredaran senjata rakitan di kawasan utara Bali itu, Yudi menyatakan hal tersebut tidak memiliki “benang merah” atau tak ada hubungannya.

“Yang pasti, di bagian bawah proyektil itu tertulis ukuran kaliber 9.0 MM dan secara kasat mata teridentifikasi merupakan produksi PT Pindad,” ujar Kapolres Yudi menegaskan.

Dikatakan, ada dugaan bahwa peluru tersebut kemungkinan besar digunakan oleh para pemburu karena merupakan amunisi dari senjata laras panjang.

“Masih kita selidiki dan anggota juga sudah kami perintahkan untuk melacak serta menyerap informasi dari masyarakat. Kita lacak siapa yang memiliki senjata laras panjang,” papar Yudi.

(ANT-200/T007/S026)

View the original article here