Bos “Playboy” Tunangan dengan Gadis 24 Tahun

Bos Playboy Tunangan dengan Gadis 24 Tahun
(istimewa)Jakarta (ANTARA News) – Bos majalah dewasa Playboy, Hugh Hefner, yang sudah berumur 84 tahun, Jumat pekan lalu, telah bertunangan dengan gadis yang usianya berbeda 60 tahun dengannga, Crystal Harris (24), demikian Reuters, Senin.

Pendiri Playboy yang telah menikah dua kali itu tampaknya akan menjawab tantangan untuk menikah lagi.

“Ketika saya memberi Crystal cincin (pertunangan), dia berurai air mata. Ini adalah pekan Natal paling membahagiakan dalam kenangan,” kata Hefner dalam satu “tweet”-nya di Twitter.

Hefner, yang majalahnya didirikan pada 1953, bercerai dengan istri keduanya, Kimberley Conrad, tahun ini. Pernikahan pertamanya dengan Mildred Williams berakhir dengan perceraian pada 1959.

Harris adalah “Playboy Playmate of the Month” edisi Desember 2009 dari majalah itu.

Hefner, yang dikenal di seluruh dunia dengan panggilan Hef, adalah pembela kebebasan seks dan hak-hak sipil, menerbitkan artikel-artikel yang menantang McCarthyism dan Perang Vietnam, serta membela kaum gay dan legalisasi mariyuana.

Edisi pertamanya yang menampilkan foto kalender Marilyn Monroe pada Desember 1953 terjual 51.000 eksemplar, dan ini membuatnya cukup untuk membiaya edisi kedua majalah telanjangnya itu. Itu adalah awal yang mengantarkan majalah itu menjadi perusahaan internasional berasset multijuta dolar AS. (*)

ANT/AR09

View the original article here

Advertisements

DPR Harus Tingkatkan Komunikasi dengan Senator AS

Depok (ANTARA News) – Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung mengharapkan adanya peningkatan komunikasi antara para anggota DPR di tanah air dengan para senator Amerika Serikat (AS), sekaligus memberi pemahaman tentang proses demokratisasi di Indonesia.

“Senator AS jarang berkomunikasi dengan para politisi kita, barangkali Indonesia tidak dianggap penting,” kata Akbar usai memberikan kuliah umum pada Kongres ke-27 HMI di Graha Insan Cita, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Senin.

Padahal, lanjut Akbar, posisi Indonesia sangat penting apalagi di Indonesia itulah pentingnya komunikasi dengan para senator agar Indonesia lebih dipahami.

Menurut dia, apalagi sejak Indonesia masuk dalam era reformasi dan demokratisasi, yang menjadi kepentingan bagi semua negara didunia termasuk juga Amerika Serikat (AS).

“Pimpinan DPR harus intens berkomunikasi dengan senator AS, untuk menjelaskan lebih jauh tentang Indonesia, sehingga mempunyai dampak yang baik bagi Indonesia,” jelasnya.

Akbar mengakui selama ini komunikasi antara anggota DPR dan senator AS kurang sehingga banyak persepsi yang salah mengenai Indonesia.

“Interaksi yang sering membuat hubungan menjadi baik dan saling mengerti,” katanya.

Akbar memberikan kuliah umum kepada para kader HMI yang sedang berkongres untuk memilih ketua umum periode 2010-2012.

Sementara itu mengenai pengamanan yang dipersiapkan menyambut kedatangan Presiden AS Barack Obama masih dalam taraf yang wajar.

“Saya melihatnya tidak ada yang berlebihan,” katanya.

Menurut dia, sudah menjadi kewajiban negara dalam menyambut setiap tamu negara. Apalagi, lanjutnya, untuk menghormati setiap tamu yang datang haruslah diberikan yang terbaik.

Sebelum Akbar yang memberikan kuliah umum adalah Mantan Presiden RI, BJ Habibie, Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan.

Dijadwalkan untuk kuliah umum berikutnya adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfudz MD.

Kongres HMI menurut jadwal akan ditutup pada Rabu (10/11).

(F006/R010/S026)

View the original article here

Anggota DPR: Sambut Obama dengan Sikap Berdaulat

Anggota DPR: Sambut Obama dengan Sikap BerdaulatJakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi I DPR RI bidang luar negeri dari Fraksi Partai Demokrat, Paula Sinjal, menegaskan bahwa sebagai sesama negara besar, Indonesia harus menunjukkan sikap berdaulat saat menerima Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

“Tengok saja sikap publik atas kedatangan orang nomor satu negeri adidaya itu ke Indonesia saat ini yang terkesan ditanggapi dengan biasa saja. Jadi, tak perlu reaksi berlebihan,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut dia, sikap biasa-biasa saja dari warga masyarakat itu, karena pengaruh banyak faktor.

“Memang karena tak perlu sesuatu respons yang luar biasa, juga bisa saja karena kondisi masyarakat Indonesia yang masih berkabung dengan munculnya serentetan bencana alam yang melanda negeri ini,” ujar Anggota Komis Hubungan Luar Negeri, Pertahanan Keamanan, Infokom dan BIN tersebut.

Kendati begitu, anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara ini juga berharap, agar kunjungan Barack Obama harus memiliki implikasi positif bagi kepentingan sangat strategis kita.

“Khususnya kepentingan nasional baik di bidang ekonomi, politik, maupun pertahanan keamanan, juga kepentingan regional Asia Tenggara pada umumnya, karena Indonesia kini mendapat giliran Ketua ASEAN” tegasnya.

Satu hal yang patut terus ditegakkan oleh para diplomat kita, menurutnya, agar kedatangan Presiden Negara Adidaya ini bukan merupakan upaya untuk melanggengkan dominasi dan hegemoninya terhadap Indonesia.

“Baik secara politik maupun ekonomi,” tegasnya.

Isu Papua

Paula Sinjal juga mengkritisi isu penyelesaian persoalan aktual yang terjadi di Tanah Papua (video berisi gambar-gambar penyiksaan pasukan TNI atas warga sipil) serta masalah HAM lainnya.

Sebab, menurutnya, agaknya ini menjadi isu penting yang akan dibahas atau diajukan oleh Presiden Barack Obama.

“Sesungguhnya, masalah tersebut adalah persoalan yang masih bisa diselesaikan oleh negeri ini dan pertanyaannya kenapa Presiden Obama sangat tertarik untuk membicarakan isu Papua,” tanyanya.

Bahkan, demikian Paula Sinjal, tidak hanya kali ini saja Amerika berkeinginan untuk ikut campur dalam menangani persoalan Papua.

“Sebelumnya Kongres Amerika pernah melontarkan kritikan yang sangat pedas terhadap penanganan Papua. Padahal wilayah itu sejak tahu 1963 adalah sah masuk dalam wilayah NKRI, sehingga untuk segala persoalan yang muncul di sana adalah kewenangan Indonesia untuk mengatur dan mengelolahnya,” katanya.

Artinya, demikian Paula Sinjal, kita harus semakin tegas meniadakan intervensi asing terhadap segala urusan rumah tangga Indonesia.

(M036*M041/A041/S026)

View the original article here

Obama Imbau India Berunding Dengan Pakistan

Mumbai (ANTARA News/Reuters) – Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Ahad, mengimbau India mendukung usaha-usaha perdamaian dengan Pakistan, satu negara yang ia katakan tidak cukup bertindak untuk menangani kelompok garis keras di perbatasannya.

Obama menghadapi satu ketegangan diplomatik dalam mengembangkan hubungan dengan India yang ekonominya tumbuh pesat di samping geoplotiknya penting sementara pada saat yang sama membantu Pakistan dengan miliaran dolar dan meningkatkan perdamaian luas di Afghanistan .

“Harapan saya adalah pembangunan kepercayaan antara kedua negara, agar dialog dimulai, barangkali mengenai masalah-msalah yang kurang kontroversial, meningkat pada masalah-masalah yang lebih kontroversial,” kata Obama dalam satu pertemuan dengan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Mumbai.

“Banyak warga Pakistan yang dibunuh para teroris di wilayah Pakistan ketimbang mungkin di tempat-tempat lain,” kata Obama.

India menuduh Pakistan membantu para gerilyawan dan mengatakan unsur-unsur dalam negara Pakistan berada di belakang serangan di Mumbai tahun 2008, ketika pria-pria bersenjata yang berpangkalan di Pakistan menewaskan 166 orang dalam aksi 60 jam di kota bisnis India itu.

Serangan itu meningkatkan ketegangan antara dua negara yang bermusuhan itu, yang telah terlibat tiga kali perang sejak merdeka dari Inggris tahun 1947. India segera menghentikan perundingan perdamaian dengan Pakistan, walaupun banyak pertemuan tingkat pejabat tinggi tidak berhasil tahun lalu.

Walaupun kunjungan Obama terutama menyangkut tentang peingkatan perdagangan dengan India, masalaah stabilitas regional di Asia Selatan itu mendominasi satu pertemuan Ahad yang Obama selengarakan dengan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi Mumbai.

Pada Sabtu, Obama mengumumkan bahwa AS akan melonggarkan pengawaan ekspor menyangkut teknologi peka, satu tuntutan India yang akan membantu mempererat hubungan AS dengan kekuatan global yang baru muncul dan ekonominya.

Gedung Putih juga mengumumkan Obama akan mendukung keanggotaan India dalam empat organisasi non proliferasi global.

Obama menurut rencana Ahad petang terbang ke New Delhi untuk mengunjungi makam era Mughal dan menghadiri jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Mohan Singh.

Obama juga akan mengunjungi Indonesia, Korea Selatan dan Jepang dalam lawatannya ke Asia dimana Washington berusaha mencegah negara-negara secara sepihak mendevaluasi mata uang untuk melindungi ekspor mereka, satu tema penting dalam pertemuan para kepala negara Kelompok 20 (G-20) di Seoul pekan depan.(*)

(Uu.H-RN/R009)

View the original article here

Lopez Pertahankan Gelar Kelas Bulu dengan TKO

Las Vegas (ANTARA News/Reuters) – Juan Manuel Lopez dari Puerto Riko mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas bulu WBO saat penantangnya Rafael Marquez tidak dapat melanjutkan karena cedera bahu pada akhir ronde kedelapan, Sabtu (Minggu WIB).

Lopez yang belum terkalahkan, 30-0 (27 KO) mendominasi pertarungan melawan petinju Meksiko Marquez (39-6, 35 KO), mantan juara kelas bantam dan super bantam, sebelumnya sedang mengincar kemenangan gelar kelas ketiga dia.

Petinju berusia 35 tahun itu sempat melakukan perlawanan pada ronde keempat dan kelima dengan menghujani Lopes dengan pukulan tangan kanan dia, namun Lopez bisa bangkit pada ronde keenam dengan melepaskan pukulan “hook” dan “uppercut”.

Marquez kemudian mengatakan pada pelatihnya setelah ronde kedelapan bahwa dia tidak bisa menggerakkan bahunya setelah kesakitan pada ronde-ronde sebelumnya.

(I015/A011/S026)

View the original article here