Tiga Tewas Akibat Sungai Meluap di Semarang

View the original article here

Advertisements

Mobil Tabrak Truk, Tiga Orang Tewas

View the original article here

Demo Petani Rusuh di Jambi, Seorang Tewas

Jambi (ANTARA News) – Unjukrasa warga Desa Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, terkait dugaan penyerobotan tanah warga oleh PT Wirakarya Sakti (WKS) berakhir rusuh dan seorang warga dilaporkan tewas tertembak.

Seorang warga Desa Senyerang, Ahmad Adam (40), tewas diduga terkena tembakan peluru aparat Brimob Polda Jambi yang tengah mengawal kapal milik WKS yang tengah melintas di perairan Sungai Pengabuan di desa itu, Senin.

Sorang warga lainnya, Iman (19), juga dilaporkan tercebur ke sungai saat kejadian, namun berhasil diselamatkan.

Di perairan itu, warga Senyerang berunjukrasa bersama Persatuan Petani Jambi (PPJ).

Menurut Wakil Ketua PPJ, Bronto, mengatakan bahwa satu unit kapal tongkang yang dikabarkan milik PT WKS Group dibakar oleh warga dalam insiden itu. Kericuhan itu terjadi sekitar pukul 13.30.WIB.

Bronto menuturkan, kericuhan diawali oleh penerobosan blokade warga oleh kapal Union Star. Ketika kapal Union Star hendak melintasi blokade, spontan warga berteriak dan melarangnya.

Warga pun berusaha mengejar kapal tersebut, dengan menggunakan sekitar 20 Pompong (kapal ketek berukuran besar). Namun kecepatan kapal tidak sebanding dengan kecepatan kapal yang dikejarnya.

Warga selanjutnya mundur kembali ke dermaga yang lokasinya tak jauh dari lintasan kawat blokade. “Karena kalah kecepatan kita mundur,” jelasnya ketika dihubungi dari Jambi.

Tak lama berselang, Kapal Perdana yang membawa Tongkang kembali melintas. Tak mau kecolongan lagi, warga pun segera mengejar. Akan tetapi kali ini aparat Brimob bersenjata yang mengawal kapal tersebut.

Melihat massa bergerak mendekat aparat kemudian melarang sembari memberikan tembakan peringatan ke atas. Namun warga yang sudah tersulut emosi tidak menggubris aba-aba tersebut.

Mereka terus mendekati kapal sambil melemparkan bom molotov ke arah kapal. Sementara kapal tersebut terus melaju melewati blokade, namun tongkang yang dibawanya terbakar akibat bom molotov yang dilempar warga.

Menurut pengakuan Bronto, ada sekitar 50 bunyi tembakan yang dilepas aparat Brimob. Kejadian itu berada pada titik sekitar 50 meter dari dermaga, dimana warga membentangkan tali untuk memblokir.

Pada saat genting itu terdengar teriakan dari Ahmad Adam. “Kami semakin panik dan memutuskan untuk mundur. Apalagi setelah tahu Ahmad tertembak,” jelasnya.

Ahmad yang memiliki empat anak ini tertembak dibagian kepala, tepatnya di atas pelipis sebelah kanan.

Menurut Bronto, pihaknya sempat membawanya ke Puskesmas setempat, namun pihak Puskesmas tidak sanggup dan menyerankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Kualatungkal. Namun saat hendak menaiki speedboat, Ahmad sudah meninggal.

Sementara, Hatta, kerabat dekat korban menyebutkan, sekarang Ahmad dibawa pihak keluarga ke rumahnya. “Peluru masih bersarang di kepalanya, belum sempat dikeluarkan,” katanya lagi.

Bronto menjelaskan, masalah ini merupakan buntut dari kekesalan warga atas belum tuntasnya sengketa lahan seluas 7.224 hektare antara masyarakat Senyerang dengan PT Wira Karya Sakti (WKS) Tanjung Jabung Barat.

Infromasi yang berhasil dirangkum, sejak sepekan lalu Ahmad Adam bersama ratusan warga setempat yang didampingi aktivis PPJ memblokir Sungai Pengabuan dengan membentangkan kawat yang dihubungkan ke aliran listrik sepanjang kurang lebih 260 meter di badan sungai.

Pemblokiran ini bertujuan untuk menghalangi keluar masuk kapal WKS Group yang biasanya lalu lalang melintasi jalur itu. Langkah yang dilakukan warga itu awalnya membuahkan hasil.

Bronto menegaskan, pihaknya akan melaporkan peristiwa penembakan ini ke Komnas HAM. Namun ia belum memastikan kapan laporan itu akan disampaikan.

Menurut Bronto, disaat terjadinya ketegangan, Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Mintarjo bersama anggotanya langsung terjun ke lokasi kejadian untuk melihat secara langsung.

Sayangnya, Kapolres Tanjung Jabung Barat belum dapat memberikan tanggapan terkait peristiwa itu. Sementara Kabid Humas Polda Jambi, AKBD Almansyah, ketika dihubungi juga belum bisa memberikan komentar banyak.

Menurut dia, hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari Polres Tanjung Jabung Barat.

(T.KR-YJ*T.N009/S026)

View the original article here

Polisi Pastikan Balita Tewas Kecelakaan

Trenggalek (ANTARA News) – Polisi memastikan kasus kematian balita berumur 15 bulan yang ditemukan tewas mengambang di selokan Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Minggu (7/11) adalah murni karena kecelakaan.

“Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), polisi memastikan kejadian tersebut murni kecelakaan. Penyebabnya adalah kelalaian orang tua,” kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Siti Munawaroh, Senin.

Sebelumnya polisi sempat memeriksa kedua orang tua korban balita bernama Nova Eka Davinsa itu.

Mereka ingin mengetahui sebab terceburnya bocah malang yang baru bisa berjalan tersebut apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

Namun setelah memeriksa sejumlah bukti serta mengumpulkan keterangan saksi, Unit Reskrim Polsek Munjungan akhirnya menyimpulkan bahwa kematian balita itu murni kecelakaan biasa.

“Korban dibiarkan tidak terjaga di samping rumah. Ibunya memasak sementara ayahnya melayani pembeli di warung. Mereka lalai sehingga bocah malang ini merangkak hingga tercebur ke kolam tetangga,” terang Siti.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di selokan depan rumah tetangganya, Sandi (31).

Menurut keterangan beberapa saksi, peristiwa tragis yang menimpa keluarga Sutrisno-Linda Suryani tersebut bermula ketika pagi itu korban didampingi sang ibu asik bermain di samping rumah.

Sementara itu ayah korban sedang sibuk melayani pembeli di toko miliknya.

Tak lama berselang, ibu korban, Linda, baru tersadar bahwa dirinya meninggalkan anak kesayangannya sendirian di samping rumah.

Ia lalu bergegas keluar rumah, namun anaknya sudah tidak ada.

Melihat hal itu Linda memberitahu sang suami yang masih berada di dalam toko.

Begitu pula sang suami, dia juga tidak mengetahui kemana buah hatinya berada. Dengan perasaan panik, pasangan suami-istri itu langsung mencari anaknya.

Tak berapa lama, beberapa warga datang dan memberitahu di selokan tak jauh dari rumah mereka ada sesosok tubuh bayi dalam kondisi tidak bernyawa.

Mendengar kabar itu, kedua bergegas memeriksa. Betapa kagetnya pasangan suami-istri yang masih muda ini saat mendapati sosok bayi itu adalah anak mereka.

Dibantu sejumlah warga, tubuh balita malang itupun kemudian dievakuasi ke rumah orang tuanya.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Munjungan untuk dilakukan penyelidikan.

(ANT-130/I007/S026)

View the original article here