KPK Belum Terima Surat Resmi Deponeering

Depok (ANTARA News) – Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan hinggga saat ini pihaknya belum menerima surat resmi deponeering kasus Bibit-Chandra yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung.

“Belum ada surat resmi deponeering kasus Bibit-Chandra,” kata Johan usai menjadi pembicara diskusi terbuka dengan tema “Peranan Media Dalam Pemberantasan Korupsi”, di kongres HMI ke-27, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu.

Ia mengatakan bahwa deponeering baru sebatas dalam pernyataan saja belum pada tataran yang resminya, yaitu mengeluarkan surat tersebut.

Menurut dia, kasus yang melibatkan dua piminan KPK tersebut membuat kinerja KPK sedikit melemah, karena harus menangani masalah tersebut.

“Kita harus rapat untuk membahas masalah tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan pelaksanaan kegiatan di KPK sesuai dengan pengaturan yang dilakukan oleh pimpinan KPK tersebut.

Ketua Bidang Hukum DPP Partai Demokrat Benny Kabur Harman mendesak Kejaksaan Agung segera mengeluarkan status deponeering kepada dua pimpinan KPK, Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, agar tidak terjadi pelemahan KPK.

Benny meminta Pelaksana tugas (Plt) Darmono segera mengeluarkan deponeering agar tidak terjadi upaya-upaya melemahkan KPK.

“Saya minta Jaksa Agung sesegera mungkin mengeluarkan deponering sebagai jawaban atas persoalan hukum Bibit-Chandra,” kata Benny.

Deponering, kata dia, adalah langkah tepat untuk menjawab persoalan hukum Bibit-Chandra.

(F006/A033/S026)

View the original article here

Presiden Yudhoyono Terima PM Australia

Presiden Yudhoyono Terima PM Australia
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard saat acara kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/11). (ANTARA/Widodo S. Jusuf)Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa pagi menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Julia Gillard di Istana Merdeka Jakarta.

PM Gillard tiba di Istana Merdeka pukul 10.00 WIB, kemudian disambut secara resmi dengan upacara kenegaraan.

Kunjungan Gillard kali ini merupakan kunjungan pertama ke Indonesia sejak ia menjabat sebagai Perdana Menteri Australia menggantikan Kevin Rudd.

Presidendan PM Gillard kemudian melakukan pembicaraan bilateral terkait hubungan kerjasama kedua negara dalam berbagai sektor.

Usai pembicaraan bilateral, kedua pemimpin dijadwalkan melakukan konferensi pers bersama tentang pembicaraan dalam pertemuan bilateral.

Gillard melakukan kunjungan kerja dua hari di Indonesia sejak Senin (1/11) hingga Selasa (2/11).

Selama di Indonesia, PM Gillard selain bertemu dengan Presidenjuga bertemu dengan Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR Taufik Kiemas dan Ketua DPD Irman Gusman.

Pada Selasa siang, PM Gillard akan menghadiri acara makan siang bersama Presidendan Ibu Ani Yudhoyono di Istana Negara.

PM Australia itu akan bertolak kembali ke Australia pada Selasa malam pukul 19.30 WIB.
(ANT/A024)

View the original article here