Ketoprak Meriahkan Natal di Rembang

Rembang (ANTARA News) – Ratusan umat Kristiani di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang, Jawa Tengah, merayakan Natal dengan cara yang unik, yakni dengan pementasan ketoprak dan musik gending usai misa Natal, Sabtu.

Pementasan ketoprak berjudul “Wiyosan Noto Agung” yang diperankan oleh 25 warga Katolik dan 20 anggota karawitan lintas agama itu pun digelar beberapa saat usai para jemaat mengikuti Misa Natal.


Menurut sutradara ketoprak Gereja Katolik Santo Petrus, Karyono, pementasan ketoprak ini memang baru pertama kalinya


View the original article here

Advertisements

Utha Meriahkan “Khanduri Jazz 2010” di Aceh

Utha Likumahua (ANTARA News)Banda Aceh (ANTARA News) – Penyanyi Jazz kawakan, Utha Likumahuwa dipastikan tampil memeriahkan konser “khanduri jazz 2010″ sekaligus menghibur penggemar musik di Gedung ACC Selim Sultan, Banda Aceh, Jumat (10/12) malam. Panitia penyelenggara Uzair di Banda Aceh, Kamis mengatakan, acara tersebut diharapkan bisa menjadi pemersatu bagi pecinta musik jazz khususnya di Aceh dan mendorong terbentuknya komunitas jazz di provinsi itu.”Kita tentu menginginkan khanduri jazz yang merupakan agenda tahunan bisa membentuk komunitas jazz di Aceh, kemudian berkembang,” katanya.Sementara Utha Likumahuwa mengaku senang bisa tampil di Aceh dan berjanji akan membawakan 20 hitsnya dari sejumlah album yang pernah diterbitkan untuk memuaskan penggemar jazz di provinsi itu.”Saya sangat senang bisa berada di kota ini, di Aceh. Suatu kerinduan saya bisa menghibur dan berkolaborasi dengan musisi lokal di Aceh,” ujar pria bernama lengkap Doaputra Ebal Johan Likumahuwa ini.Utha mengaku tertarik dengan musikal ritmik Aceh yang dinilainya bergairah dan punya nilai lebih.”Ritmik Aceh sangat bagus, tetapi sayang selama ini tidak ada lagu Aceh yang masuk nasional. Padahal banyak penyanyi asal Aceh seperti Tompi yang sudah sangat terkenal dan ini masanya dia, tetapi harusnya ada lagu Aceh yang dibuat dan bisa masuk nasional,” ujarnya. Melalui khanduri jazz, Utha ingin membuktikan bahwa performanya dalam bermusik belum pudar meski usianya sekarang sudah setengah abad lebih.”Saya ingin membuktikan bahwa musik itu tidak bisa dibatasi oleh waktu, tidak bisa dibatasi oleh usia,” ujar lelaki berdarah Ambon ini.”Saya prihatin dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini, di mana seni dan kreatifitas itu seperti dibatasi oleh umur dan usia. Orang yang sudah dianggap tua seperti tidak mendapat kesempatan lagi menampilkan keseniannya,” sebutnya.(*)(ANT-187/H011/R009)View the original article here