Truk Pasir Terjebak Lahar di Sungai Belan

Truk Pasir Terjebak Lahar di Sungai Belan
Sejumlah pekerja mulai menambang pasir di alur Sungai Belan, Salam, Jawa Tengah, Sabtu (6/11). Warga Muntilan dan sekitarnya mulai melakukan aktifitas kembali usai hujan abu vulkanik erupsi Merapi selama 2 hari dan menghentikan aktifitas warga. ( ANTARA/Wihdan Hidayat)Magelang (ANTARA News) – Sebuah truk bernomor polisi H 1988 AZ terjebak banjir lahar dingin di Sungai Belan di Dusun Karangsari, Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, saat akan mengangkut pasir di aliran sungai tersebut.

Seorang pengelola depo pasir, Marzuki, di Magelang Senin mengatakan bahwa sekitar pukul 12.00 WIB ada tiga truk di sungai yang menaikkan pasir, tapi tiba-tiba terdengar gemuruh keras yang ternyata aliran lahar dingin.

Dua truk bisa segera naik ke bantaran sungai, namun truk yang dikemudikan Nursalim (45) warga Desa Karangejo, Kecamatan Jatingaleh, Magelang, belum sempat dipinggirkan.

Kejadian tersebut tidak membawa korban, truk naas tersebut keempat rodanya terpendam lumpur sehingga tidak bisa bergerak. Kebetulan truk tersebut berada di pinggir sungai, kalau di tengah sungai bisa terbawa derasnya arus lahar dingin.

Sejumlah penambang berusaha menyingkirkan lumpur yang memendam roda truk dan menurunkan muatan pasir yang sudah berada di atas bak truk.

Seorang warga Dusun Sidoarjo, Taman Agung, Muntilan, Agus Triono, mengatakan, banjir lahar dingin sudah terjadi tiga kali di Sungai Belan. Dua kali banjir yang terakhir terjadi cukup besar dibanding yang pertama.

Selama ini proses penambangan pasir terus berlangsung meski bahaya mengancam warga. Dalam satu hari sebanyak 50-60 truk lalu-lalang untuk mengambil pasir di bantaran Sungai Belan.

Seorang penambang warga Kranggan, Temanggung, Andi Susanto, tidak merasa khawatir dengan kejadian banjir lahar dingin tersebut. Mayoritas penambang pasir sudah mengetahui ciri-ciri banjir lahar dingin, antara lain suara gemuruh dan arus deras.

“Kami nekat menambang pasir karena untuk mencukupi kebutuhan hidup. Mau bagaimana lagi, kami butuh makan untuk anak istri,” katanya.

Usai banjir lahar dingin berupa pasir dan bebatuan, harga pasir di depo Belan berkisar Rp300 ribu per truk, namun saat langka pasir bisa mencapai Rp700 ribu per truk.

(H018/Z002/S026)

View the original article here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: