Ingrid Desak Upaya Preventif Bencana

Ingrid Desak Upaya Preventif BencanaJakarta (ANTARA News) – Untuk meminimalisir dampak bencana alam, khususnya korban jiwa, Srikandi Demokrat di Senayan meminta Pemerintah tingkatkan kegiatan preventif bencana, kata anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ingrid Kansil.

Ingrid menyatakan, sebaiknya mulai sekarang pemerintah, terutama yang ada di daerah mulai meningkatkan kegiatan perventif dalam mengantisipasi bencana. “Setidaknya untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa, saya minta pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk melakukan peningkatan kesiapsiagaan bencana, sehingga masyarakat bisa menyelamatkan diri,” katanya di Jakarta, Senin.

Upaya preventif itu, kata Ingrid, bisa dilakukan dengan banyak cara, di antaranya dengan melakukan simulasi bencana dan pengadaan tempat perlindungan.

“Jadi, kalau terjadi tsunami misalnya, masyarakat tidak lagi panik karena sudah tahu harus ke mana. Pemerintah Daerah harus memperhatikan soal ini,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Ingrid,  sistem peringatan dini juga harus ditingkatkan. Sebab, tidak sedikit sistem yang ada saat ini ternyata kondisinya sudah rusak.

“Contohnya saja sistem peringatan dini di Pelabuhan Ratu, di sana itu sudah rusak. Alangkah baik kalau sistem peringatan dini diperbaiki dan ditambah,” katanya.

Menurut Ingrid, pemerintah jangan terlalu terpaku pada besar atau kecilnya anggaran. Karena, jika memang pemerintah mau secara serius meningkatkan kegiatan preventif bencana, maka pihaknya pasti akan berusaha membantu meloloskan dana yang dibutuhkan.

“Saya tahu anggaran untuk antisipasi bencana itu tidak murah. Tapi, setidaknya tidak akan semahal biaya pemulihan atau relokasi, korban bencana,” ujarnya.

Selain kegiatan preventif, Ingrid berpendapat, pemerintah juga harus segera menyempurnakan peralatan dan prasarana lain yang dibutuhkan dalam penanggulangan bencana, termasuk kebutuhan untuk memperlancar program tanggap darurat.

“Jadi, tidak seperti sekarang ini. Di Mentawai saja, saya mendengar barak pengungsinya tidak layak. Bahkan, di sana satu MCK katanya untuk dipakai 100 orang,” katanya.

Terkait dengan penanganan bencana Wasior, Merapi dan Mentawi, Ingrid menambahkan, Komisi VIII akan terus mengawasi sejauhmana penanggulangan tersebut bias berjalan dengan benar.

“Kami di Komisi VIII dijadwalkan untuk terjun ke lapangan dalam melakukan pengawasan. Saya sendiri turun di Wasior beberapa waktu lalu,” tandasnya.(*)

View the original article here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: